7 Alasan Mengapa Kamu Harus Menulis

Mengapa menulis itu penting? Pertanyaan itu mungkin pernah singgah di benak kita. Selalu ada alasan untuk setiap tindakan. Seperti halnya pendapat Goenawan Muhamad, bahwa sebuah kalimat akan menemukan maknanya dalam sebuah keinginan. Begitu juga dengan semua tulisan yang kamu buat.

Contoh sederhananya, sewaktu saya kecil, kisaran usia 3 tahun, setiap hari selalu merengek agar dibacakan dongeng dari majalah anak-anak (yang saat itu susah didapat). Hingga akhirnya Ibu berhasil mengajari saya untuk bisa membaca sebelum di bangku sekolah. Salah satu alasannya karena saya suka baca! Jadi biar bisa baca sendiri. Tapi justru itulah awal mula saya jatuh cinta dengan tulisan, juga beragam cerita dan dongeng.

Menulis bisa jadi hobi dan kegiatan rutin mengisi waktu luang, pelampiasan, bahkan pekerjaan. Apapun motifnya, menulis adalah hal yang bisa dilakukan, dimanapun, kapanpun, dan oleh siapapun. Jadi mengapa harus alasan? Tentu saja karena kamu punya tujuan.

Mengenai makna atau arti kata “alasan” menurut KBBI antara lain dasar, hakikat, yang menjadi pendorong (untuk berbuat) dsb. So, itulah sebabnya “alasan” akan selalu berhubungan dengan latar belakang dan tujuan. Sebagai landasan & tujuan seseorang melakukan suatu hal. Apalagi kalau kamu tergolong penulis produktif, selalu ada alasan kuat yang membuatmu betah melakukan itu.

Seringkali justru masalahanya ada pada diri kita sendiri, belum tergerak hati untuk mengalahkan rasa rendah diri dan ego pribadi. Takut menulis lah, takut kehabisan ide, tak punya waktu dan sebagainya. Jadi niatkan dalam hati dulu, minimal untuk baca tulisan saya ini.

Nah, berikut ulasan singkat tentang pentingnya menulis, based on 3 sudut pandang (psikologis, sosial-budaya, dan ekonomi). Check this out:

Menulis bikin kamu bahagia

Mengapa menulis bisa bikin bahagia? Pengalaman menulis bagi setiap orang memang beda, sama halnya dengan manfaat yang dirasakan. Ada orang yang selesai menulis merasa lega karena merasa emosi dan kesedihan bisa tersalurkan. Namun ada juga yang butuh proses panjang sampai ia akhirnya tersadar kalau menulis itu sesuatu yang menyenangkan.

Lalu apa hubungan menulis dengan kesehatan? James Penebaker adalah seorang peneliti yang berhasil membuktikan bahwa orang yang meluapkan perasaan melalui tulisan di buku harian punya kekebalan tubuh lebih baik dibanding mereka yang tidak menulis.

Dengan menulis, kita bisa berekspresi, menuangkan perasaan dan pemikiran yang belum sempat terucapkan secara verbal. Perasaan sedih, masalah dan semua hal yang terasa menekan batin bisa tercurahkan. Jadi kegiatan satu ini bisa jadi terapi, self healing buat kita.

Ada kalanya kita tak bisa mengendelikan emosi dan berkompromi dengan masalah dan diri sendiri, tetapi dengan menulis kita belajar memetakan masalah dan mengenali kondisi pribadi. Saat mampu mengontrol rasa sedih dan keterpurukan dengan dorongan mencari solusi, saat itulah kita belajar untuk menjadi dewasa dan bijaksana. Minimal tidak melakukan hal yang merugikan diri sendiri.

Kalo masalah sudah tercurah, pastilah perasaan jadi bisa lebih happy dan lega. Nah, kalau kamu sudah bahagia dengan pikiran positif yang terpelihara, jangan heran, muka kamu bisa lebih cerah dan bening dari sebelumnya lho! Jadi jangan lama-lama galau, juga mendem perasaan sedih kalau gak mau si dia direbut orang jadi jerawat. Uhuuukkk!!!

Menulis bisa jaga daya ingat
Pembahasan ini sebenarnya terlalu berat buat saya yang tak punya latar belakang pendidikan kesehatan. Anyway, dari beberapa sumber yang saya dapat, menulis memang baik untuk menjaga daya ingat.

Fakta medis menyebutkan bahwa menulis bisa membuat jutaan neuron dalam otak menjadi terbiasa digunakan dan selanjutnya membentuk banyak jalur baru yang tertata dan terkoneksi. Jalur neuron itu akan memudahkan koneksi dalam syaraf sehingga informasi bisa terdeteksi dengan cepat. Jadi tak heran ya kalau menulis sangat bermanfaat untuk menjaga daya ingat.

Melalui tulisan, kita juga bisa membuat sebuah pesan dan informasi berkesan yang mungkin bisa saja terlupa jika tak dituliskan. Sejarah, memori masa lalu, dan cita-cita perlu kita tuliskan. Yang pasti bisa mengingatkan kita untuk terus belajar dari kesalahan dan berusaha lebih baik di masa sekarang dan masa depan! Ini beneran, bukan sok bijak.

Menulis bisa buat kita lebih kreatif dan berpikir secara sistematis

Merangkai kata menjadi kalimat-kalimat dalam bahasa yang dimengerti itulah proses menulis. Tulisan baik juga sebagai pembawa pesan yang bisa dimengerti dan dipahami oleh pembacanya. Artinya susunan kalimat tak harus dengan bahasa tingkat tinggi yang justru sulit dimengerti, tetapi justru menggunakan simbol grafis yang mewakili informasi penting yang ingin disampaikan.

Kemampuan untuk berpikir logis dan sistematis juga dampak baik dari kebiasaan menulis lho. Hal ini lagi-lagi karena proses merangkai kata hingga kalimat menjadi satu pesan yang berguna, membuat otak kanan dan kiri kita menjadi aktif dan terlatih. Kalau bahasa kedokterannya, penggunaan otak kanan dan kiri harus seimbang.

Kemampuan, daya analisis, diksi dalam kalimat dan paragraf terhubung menjadi sesuatu yang logis. Tak hanya itu, tulisan akan semakin menarik jika dibarengi dengan kemampuan menyampaikan dengan sudut pandang yang unik sekaligus menarik. Tentu butuh taste yang beda, tapi menjadi diri sendiri itulah yang utama. Namun, bedakan juga dengan tulisan jenis karya ilmiah yang punya aturan baku ya!

Menulis membuatmu lebih kaya dan bermanfaat
Kamu masih berpikir I’m nothing and impossible? Tinggalkan itu segera, jangan lama-lama galau sama hal yang tak ada guna! Kalau memang kita tak bisa semahir komponis Beethoven, atau jago main film sekelas Angelina Jolie, bikin pesawat seperti Eyang Habibie, atau apapun keahlian yang belum bisa kamu miliki, Don’t worry be happy!

Sekarang kamu bisa langsung buka laptop, atau pake pena sama kertas cukup. Tulis apa saja yang ada di pikiran kamu tanpa melihat hasil tulisanmu! Tulis aja terus, di jamin, dalam waktu 5 menit bisa ratusan kata yang kamu buat. Gak percaya? Coba saja. Menulis adalah hal yang dilakukan semua orang. Tinggal bagaimana kita mau meluangkan waktu dan fokus dengan pikiran plus hati yang riang dan tenang.

Menulis memang membuatmu jauh lebih kaya. Kaya tak selalu identik dengan harta benda lho, tapi semua anugerah dan kebaikan dalam diri dan lingkungan sekitar kita adalah kekayaan yang tak tergantikan. Kaya teman dan kaya ilmu itu yang poin utamanya.

Justru dengan menulis kita terdorong untuk berhubungan dan berinteraksi dengan orang dan lingkungan sekitar. Begitu juga sebaliknya. Jika karya tulisan kamu telah dikenal publik, bukan tak mungkin kamu akan dikenal oleh lebih banyak orang dan ingin berinteraksi denganmu. Kita juga akan mencari tahu banyak hal, so efek baiknya akan jadi lebih banyak tahu hal dari sebelumnya, bahkan beberapa karya penulis bisa bikin harum nama bangsa.

Menulis jadi sarana perubahan
Hasil karya/tulisan seorang penulis adalah aset berharga. Karya sastra di setiap masa dan zaman memang beda, ada banyak faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya. Namun setiap ide dan karya selalu mengandung makna. Suatu karya bisa membawa perubahan lho, bahkan dalam lingkup sosial dan budaya. Yang terpenting niatkan dan lakukanlah untuk sesuatu yang baik dan berharga, bukan sebaliknya.

Penulis dan karyanya adalah penggerak perubahan. Ide dan gagasan seorang penulis bahkan mampu mengubah tatanan sosial, politik, dan ekonomi. Juga menjadi dorongan masyarakat untuk bergerak maju, melawan semua bentuk penindasan dan ketidakadilan. Karyanya tak terbatas, bisa melalui karya sastra, juga karya ilmiah dan opini di media masa maupun online.

Sederhananya, karya kita bisa jadi inspirasi pembaca, berbagi informasi penting yang berguna buat mereka apapun bidangnya. Finally, bisa jadi sarana berbagi ilmu buat perubahan yang lebih baik. Hal ini tentu membawa keberkahan dan kebahagiaan tersendiri. Juga bagian dari ibadah dan amal jariyah saat di dunia untuk bekal kehidupan mendatang. Wallahualam.

Menulis tak butuh biaya, hanya perlu kemauan dan tindakan nyata
Jenis pekerjaan saat ini memang beragam, sesuai dengan keahlian yang dimiliki. Tak heran untuk mendapat keahlian tersebut seringkali kita harus membayarnya dengan harga mahal. Biaya sekolah, dan sebagainya. Semua itu mmang pilihan. Namun percayalah sebelum membayar dengan uang, pastikan kita sudah memiliki modal skill menulis. Justru uang bisa menghampiri penulisnya.

Menulis tak butuh biaya mahal, bahkan saat ini kemajuan teknologi semakin memudahkan. Menulis di media digital dengan semua bentuk dan proses kerjanya bisa langsung kita gunakan.

Menulis bagian dari jalan rezeki
Menulis memang bisa jadi salah satu jalan rezeki kita. Apapun bentuk karya tulisan kita, bisa berupa buku, jurnal ilmiah, artikel, opini di media masa, media digital, artikel blog, pokoknya semua hal terkait gagasan dan ide dalam bentuk tulisan. Jadikanlah sebagai jalan kebaikan, so uang pun akan menyertai dengan sendirinya. Uang memang bukan tujuan utama, melainkan dampak yang juga bermanfaat.

“Menulis tak hanya mengolah kata, tetapi semua energi dalam memori & indera kita. Setiap suara, rasa, bahkan cahaya, dan semua hal yang pernah kita lihat, dengar dan rasakan adalah modal utama. Menulislah selagi kita bisa! Jadikan waktumu yang berlalu jadi tabungan amal kebaikanmu.”
*Tulisan ini sebagai salah 1 alasan, pengingat diri saya pribadi agar bisa istiqomah dalam menulis. Semoga bisa bermanfaat untuk  pembaca.

5 thoughts

  1. Dengan menulis sedih ku ubah jadi senyum. Dengan menulis tagis ku ubah jadi bahgia. Dengan menulis jatuh ku ubah jadi bangkit. Dengan menulisku bodoh ku ubah jdi belajar. Dengan menulis amarah ku ubah jadi sabarku. Dengan menulis kecewaku jadi bijakku dan dengan menulis kubuktikan aku memang ada.

    1. Betul sekali mba Putri, menulis membuat kit belajar sepajang hayat ya, belajar kehidupan dan hal positif lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *